II
PENDEKATAN,
METODE, DAN TEKNIK PEMBELAJARAN
BAHASA
INDONESIA
Pendekatan adalah seperangkat asumsi
korelatif yang menangani hakikat bahasa, pengajaran bahasa, dan pembelajaran
bahasa (Edward M. Anthoni. 1963). Pendekatan bersifat aksiomatik, karena
aksioma tidak perlu dibuktikan kebenarannya. Metode merupakan rencana
keseluruhan penyajian bahan bahasa secara rapi, tertib, tidak ada
bagian-bagiannya yang berkontradiksi, dan kesemuanya itu didasarkan pada
pendekatan terpilih. Metode bersifat prosedural, karena dalam menerapkan suatu
metode selalu melalui prosedur yang ada. Didalam satu pendekatan mungkin
terdapat banyak metode. Teknik merupakan suatu muslihat, tipudaya dalam
menyajikan bahan. Teknik harus sejalan dengan metode dan serasi dengan
pendekatan. Teknik bersifat implementasi, karena dalam penerapannya dapat
diganti dengan mudah karena faktor situasi dan kondisi.
2.
Jenis
Pendekatan Pengajaran Bahasa
·
Pendekatan yang bersifat umum, yaitu
pendekatan yang dapat dipakai untuk menyajikan materi semua bidang studi yang
ada.
·
Pendekatan yang bersifat khusus, yaitu
pendekatan yang hanya dapat dipakai untuk menyajikan satu bidang studi tertentu
saja.
3.
Metode
Pengajaran Bahasa
Metode
berfungsi sebagai jembatan penghubung antara teori dan praktik, antara
pendekatan dan teknik. Metode dikatakan baik bila memenuhi kriteria-kriteria
tertentu, antara lain:
a. Relevan
dengan tujuan pembelajaran
c. Mengembangkan
butir-butir keterampilan proses
d. Dapat
mewujudkan pengalaman belajar yang telah dirancang
e. Merangsang
siswa untuk belajar
f.
Mengembangkan penampilan siswa
g. Mengembangkan
kreativitas siswa
h. Tidak
menuntut peralatan yang rumit
i.
Mudah dilaksanakan
j.
Menciptakan suasanan belajar mengajar
yang menyenangkan
Guru yang sudah
mengenal, menghayati, dan dapt menerapkan aneka metode pengajaran akan
menguntungkan bagi guru tersebut. Keuntungan itu antara lain:
- Pengajaran
bervariasi
Pengajaran dapat
dilakukan dengan berbagai cara. Pengajaran yang bervariasi sangat menunjang
minat dan gairah belajar siswa.
- Memecahkan
berbagai masalah
Pemilihan dan penerapan
metode pengajaran yag tepat akan dapat menanggulangi berbagai masalah, seperti:
1)
Jumlah siswa yang terlalu banyak
2)
Perbedaan kemampuan individu dalam kelas
3)
Materi pelajaran yang kurang menarik
4)
Lingkungan belajar yang kurang menarik
- Meningkatkan
rasa percaya diri
Guru yang memiliki
pengetahuan dan keterampilan menggunakan berbagai metode pengajaran akan tampil
lebih meyakinkan, percaya diri, dan menarik.
- Menggalakkan
CBSA dan membina keterampilan
Pemilihan dan penerapan
metode pengajaran yang tepat dapat menggalakkan CBSA dan membina keterampilan
proses.
- Membangun
suasana belajar yang baik
Dengan membangun
suasana belajar yang baik guru tidak merasa terbebani kegiatan mengajar,
sedangkan siswa tidak merasa tertekan untuk belajar.
- Memusatkan
perhatian siswa
Pemilihan dan penerapan
metode yang tepat membuat perhatian siswa terpusat pada materi pelajaran.
- Penyampaian
materi pelajaran terarah
Pemilihan dan
penerapan metode yang tepat menjamin
penyampaian materi pelajaran yang terarah, efisien dan efektif.
- Pengajaran
lebih berhasil
William Francis Macky
mengajukan lima belas ragam metode pengajaran bahasa seperti berikut:
a.
Metode langsung i. Metode Ekletik
b.
Metode alami j. Metode Unit
c.
Metode psikologi k. Metode kontrol bahasa
d.
Metode fonetik l. Mimikri-memorisasi
e.
Metode membaca m. Teori-Praktik
f.
Metode tatabahasa n. Metode Kognete
g.
Metode terjemahan o.
Metode dwi bahasa
h.
Metode terjemahan tatabahasa
4. Teknik Pengajaran
Bahasa
Teknik bersifat implementasi. Teknik
dijabarkan dari metode dan serasi serta sejalan dengan pendekatan. Berikut
disajikan sejumlah teknik pengajaran bahasa yang dipraktikkan guru bahasa
Indonesia, teknik itu antara lain:
- Teknik
langsung g. Teknik bermain peran
- Teknik
diskusi h. Teknik karyawiata
- Teknik
dramatisasi i. Teknik bisik berantai
- Teknik
tanya-jawab j. Teknik bertanya
- Teknik
latihan k. Teknik wawancara
- Teknik
bercerita l. Teknik ceramah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar